Jumat, 28 Oktober 2011

JAKARTA - UNICEF menggandeng tiga universitas di Indonesia dalam bidang kesehatan. Ketiga universitas tersebut adalah Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Cendrawasih (Uncen) Papua, dan Politeknik Kesehatan (Poltekes) Jayapura.

Kerja sama dengan badan PBB ini bertujuan memperkuat jaringan antar lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan stakeholder di bidang kesehatan. Kedua, berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang kesehatan ibu dan anak. Ketiga, mengembangkan model pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Terakhir, untuk mengembangakan peluang pendanaan dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Rektor Undip Sudharto; Rektor Uncen Balthasar Kambuaya; Direktur Poltekes Jayapura, Isak Jurun Hans Tukayo, serta pihak perwakilan pihak UNICEF Indonesia, Angela Kearny.

Isak mengungkapkan, kerja sama ini dapat dikembangkan ke berbagai bidang, bukan hanya kesehatan saja. "Semoga ini menjadi terobosan baru tidak hanya di bidang kesehatan. Sebab, jika sudah masuk perguruan tinggi, rasanya banyak bidang yang bisa dikembangkan karena banyak peneliti ahli dan pakar dari berbagai fakultas," ujar Isak seperti dilansir dari laman Undip, Kamis (13/10/2011).

Senada dengan Isak, Rektor Uncen, Balthasar menyatakan, kegiatan ini adalah kerja sama yang sangat bermanfaat bagi Uncen dan penting untuk ditindaklanjuti. "Hal ini terkait dengan kondisi masyarakat Papua di mana tingkat kematian ibu dan anak sangat tinggi karena kondisi geografisnya," kata Balthasar.

Melalui kerja sama ini, lanjutnya, diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan tersebut. "Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap berbagai masalah yang ada di Papua," tuturnya.

Sementara Angela Kearney menyebutkan, masih banyak sekolah medis di dunia yang masih kurang, baik dalam akreditasi maupun kualitas pembelajaran.

"Lebih dari 400 sekolah kebidanan dari 80 negara tidak terakreditasi dengan baik. Demikian juga lebih dari 358 sekolah keperawatan mempunyai kualitas pembelajaran yang kurang, sehingga dikhawatirkan lulusannya kurang memiliki ketrampilan yang memadai di bidangnya," kata Kearney menjelaskan.

Melalui kemitraan ini, Kearney berjanji, akan memberikan kontribusi dalam mencegah kematian dari lima atau lebih wanita yang meninggal karena melahirkan. Serta meningkatkan kelangsungan hidup ibu dan bayi yang baru lahir dengan memperkuat kompetensi perawatan.

Purek I Undip, Hertanto Wahyu Subagyo yang mewakili Rektor menyatakan apresiasinya terhadap kerja sama ini dan berharap Undip dapat memberikan kontribusi maksimal.

"Undip sebagai universitas yang pertama kali membuka program Master Science Terapan juga berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih baik dan maksimal dalam kerja sama ini," kata Hertanto menambahkan.(rhs)
Readmore »»

Tak Perlu Diet Khusus untuk Ibu Menyusui

KOMPAS.com - Masa menyusui adalah masa sangat berharga bagi seorang ibu dan bayinya. Pada masa-masa ini, seorang ibu harus berupaya agar produksi air susunya lancar, sekaligus berkualitas.
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sang buah hati melalui ASI,  para ibu sebenarnya tak perlu terlalu risau. Supaya ASI yang dihasilkan berkualitas, seorang ibu sebenarnya tak harus melakukan pola diet ketat atau pun sulit untuk diterapkan.
Seperti yang dipaparkan para konselor menyusui dari New York State WIC Training Center, yang perlu dilakukan hanyalah menjalani diet sehat seimbang yang membuat si ibu merasa lebih baik, memberi lebih banyak energi dan terhindar dari stres.   Penelitian bahkan menunjukkan, diet yang “kurang ideal” pun tidak akan mempengaruhi pasokan ASI atau pun kualitas ASI. Jadi, bersantailah wahai ibu. Nikmatilah masa menyusui dengan rileks. Makanlah saat Anda merasa lapar dan minumlah saat merasa haus. Namun ada baiknya juga membuat jadwal "mengemil" makanan dan atau minuman sehat ketika sedang menyusui.
Yang pasti, tidak ada makanan tertentu yang wajib dikonsumsi atau perlu dihindari. Minum susu selama menyusui bukanlah suatu keharusan. Anda juga tak perlu menghindari makanan pedas dan kafein. Pilihlah makanan yang direkomendasikan bagi semua orang sperti buah-buahan segar, sayuran, roti gandum dan sereal. Makanan yang kaya akan kalsium dan protein juga perlu menjadi bagian dari diet ibu menyusui.
Menyantap makanan yang bervariasi dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi bayi yang disusui. Beberapa jenis makanan dapat sedikit mempengaruhi rasa ASI sehingga  memberikan semacam perkenalan awal bagi bayi untuk mengecap rasa makanan. Hal juga penting untuk menyiapkan bayi mengenal beragam rasa makanan ketika dewasa nanti.
Makanan yang mengandung gas seperti brokoli atau makanan asam seperti jus jeruk belum terbukti menyebabkan bayi yang disusui menjadi rewel. Gas ini disebabkan oleh serat dalam makanan saat melewati organ pencernaan. Sedangkan serat tidak akan melebur ke dalam ASI.
Sangat jarang ditemukan kasus bayi mengalami alergi atau sensitif terhadap makanan yang dikonsumsi oleh ibunya. Alergi justru lebih timbul akibat sesuatu yang diberikan secara langsung kepada sang bayi seperti formula, jus atau makanan padat.
Jika Anda benar-benar merasa bahwa bayi Anda bereaksi terhadap sesuatu dalam diet Anda, pikirkan kembali apa yang telah Anda makan dalam beberapa hari terakhir.
Makanan baru atau porsi makanan yang besar bisa menjadi penyebabnya. Kafein dalam jumlah besar juga dapat menjadi penyebab bayi rewel. Mengonsumsi sedikit atau menghindari makanan-makanan tersebut selama 2-3 hari dapat memecahkan masalah.
Secara umum, jika seorang ibu sudah  memiliki pola makan yang sehat, tidak perlu mengubahnya. Jika diet ibu termasuk “kurang ideal”, masa menyusui mungkin merupakan waktu yang tepat untuk memperbaikinya. Tetapi jangan merasa bahwa Anda harus menghindari makanan yang Anda sukai atau tidak disukai. Santailah terhadap diet Anda, dan nikmatilah waktu untuk menyusui bayi Anda.

Readmore »» Tak Perlu Diet Khusus untuk Ibu Menyusui

Jumat, 09 Juli 2010

DEFINISI DAN ETIK PERAWAT

Definisi

Etik merupakan prinsip yang menyangkut benar dan salah, baik dan buruk dalam hubungan dengan orang lain.

Etik merupakan studi tentang perilaku, karakter dan motif yang baik serta ditekankan pada penetapan apa yang baik dan berharga bagi semua orang.

Secara umum, terminologi etik dan moral adalah sama. Etik memiliki terminologi yang berbeda dengan moral bila istilah etik mengarahkan terminologinya untuk penyelidikan filosofis atau kajian tentang masalah atau dilema tertentu. Moral mendeskripsikan perilaku aktual, kebiasaan dan kepercayaan sekelompok orang atau kelompok tertentu.

Etik juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu pola atau cara hidup, sehingga etik merefleksikan sifat, prinsip dan standar seseorang yang mempengaruhi perilaku profesional. Cara hidup moral perawat telah dideskripsikan sebagai etik perawatan.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa etik merupakan istilah yang digunakan untuk merefleksikan bagaimana seharusnya manusia berperilaku, apa yang seharusnya dilakukan seseorang terhadap orang lain.

TIPE-TIPE ETIK

a. Bioetik

Bioetik merupakan studi filosofi yang mempelajari tentang kontroversi dalam etik, menyangkut masalah biologi dan pengobatan. Lebih lanjut, bioetik difokuskan pada pertanyaan etik yang muncul tentang hubungan antara ilmu kehidupan, bioteknologi, pengobatan, politik, hukum, dan theology.

Pada lingkup yang lebih sempit, bioetik merupakan evaluasi etik pada moralitas treatment atau inovasi teknologi, dan waktu pelaksanaan pengobatan pada manusia. Pada lingkup yang lebih luas, bioetik mengevaluasi pada semua tindakan moral yang mungkin membantu atau bahkan membahayakan kemampuan organisme terhadap perasaan takut dan nyeri, yang meliputi semua tindakan yang berhubungan dengan pengobatan dan biologi. Isu dalam bioetik antara lain : peningkatan mutu genetik, etika lingkungan, pemberian pelayanan kesehatan

Dapat disimpulkan bahwa bioetik lebih berfokus pada dilema yang menyangkut perawatan kesehatan modern, aplikasi teori etik dan prinsip etik terhadap masalah-masalah pelayanan kesehatan

b. Clinical ethics/Etik klinik

Etik klinik merupakan bagian dari bioetik yang lebih memperhatikan pada masalah etik selama pemberian pelayanan pada klien.

Contoh clinical ethics : adanya persetujuan atau penolakan, dan bagaimana seseorang sebaiknya merespon permintaan medis yang kurang bermanfaat (sia-sia).

c. Nursing ethics/Etik Perawatan

Bagian dari bioetik, yang merupakan studi formal tentang isu etik dan dikembangkan dalam tindakan keperawatan serta dianalisis untuk mendapatkan keputusan etik.

TEORI ETIK

a. Utilitarian

Kebenaran atau kesalahan dari tindakan tergantung dari konsekwensi atau akibat tindakan Contoh : Mempertahankan kehamilan yang beresiko tinggi dapat menyebabkan hal yang tidak menyenangkan, nyeri atau penderitaan pada semua hal yang terlibat, tetapi pada dasarnya hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya.

b. Deontologi

Pendekatan deontologi berarti juga aturan atau prinsip. Prinsip-prinsip tersebut antara lain autonomy, informed consent, alokasi sumber-sumber, dan euthanasia.

PRINSIP-PRINSIP ETIK

a. Otonomi (Autonomy)

Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri, memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain. Prinsip otonomi merupakan bentuk respek terhadap seseorang, atau dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara rasional. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut pembedaan diri. Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya.

b. Berbuat baik (Beneficience)

Beneficience berarti, hanya melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan, memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Terkadang, dalam situasi pelayanan kesehatan, terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi.

c. Keadilan (Justice)

Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.

d. Tidak merugikan (Nonmaleficience)

Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien.

e. Kejujuran (Veracity)

Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan. Walaupun demikian, terdapat beberapa argument mengatakan adanya batasan untuk kejujuran seperti jika kebenaran akan kesalahan prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan paternalistik bahwa ”doctors knows best” sebab individu memiliki otonomi, mereka memiliki hak untuk mendapatkan informasi penuh tentang kondisinya. Kebenaran merupakan dasar dalam membangun hubungan saling percaya.

f. Menepati janji (Fidelity)

Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia klien. Ketaatan, kesetiaan, adalah kewajiban seseorang untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya. Kesetiaan, menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan.

g. Karahasiaan (Confidentiality)

Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi klien. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan, menyampaikan pada teman atau keluarga tentang klien dengan tenaga kesehatan lain harus dihindari.

h. Akuntabilitas (Accountability)

Akuntabilitas merupakan standar yang pasti bahwa tindakan seorang profesional dapat dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali.


KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA

Kode etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai pedoman perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan.

Aturan yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan tugas/fungsi perawat adalah kode etik perawat nasional Indonesia, dimana seorang perawat selalu berpegang teguh terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan. Kode etik keperawtan Indonesia :

a. Perawat dan Klien

1) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.

2) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama klien.

3) Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan.

4) Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang dikehendaki sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

b. Perawat dan praktek

1) Perawat memlihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus-menerus

2) Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.

3) Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain

4) Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional.

c. Perawat dan masyarakat

Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat.

d. Perawat dan teman sejawat

1) Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya, dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

2) Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan ilegal.

e. Perawat dan Profesi

1) Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan

2) Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan

3)Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.

Readmore »» DEFINISI DAN ETIK PERAWAT

TEORI DAN MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN

A. PENGERTIAN

    Teori keperawatan menurut sevens (1984) adl. Sebagai usaha menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam keperawatan (dikutip dari Taylor c, dkk/1989). Teori keperawatan berperan dalam membedakan keperawatan dengan disiplin ilmu lain dan bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, memperkirakan, dan mengontrol hasil asuhan atau pelayanan keperawatan yang dilakukan.
    Model konseptual keperawatan merupakan suatu cara untuk memandang situasi dan kondisi pekerjaan yang melibatkan perawat di dalamnya. Model konseptual keperawatan memperlihatkan petunjuk bagi organisasi dimana perawat mendapatkan informasi agar mereka peka terhadap apa yang terjadi pada suatu saat dengan apa yang terjadi pada suatu saat juga dan tahu apa yang harus perawat kerjakan.

B. GAMBARAN MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN

Hampir semua model keperawatan yang diaplikasikan dalam praktik keperawatan professional menggambarkan empat jenis konsep yang sama, yaitu :

    1. Orang yang menerima asuhan keperawatan
    2. Lingkungan (masyarakat)
    3. Kesehatan (sehat/sakit, kesehatan dan penyakit)
    4. Keperawatan dan peran perawat (tujuan/sasaran, peran dan fungsi)
    Model keperawatan dapat diaplikasikan dalam dalam kegiatan praktik, penelitian dan pengajaran, oleh karena itu model harus diperkenalkan kepada perawat atau calon perawat guna memperkuat profesi keperawatan khususnya dalam mengkoreksi pemikiran yang salah tentang profesi keperawatan seperti : perawat sebagai pembantu dokter,, oleh karena itu model harus diperkenalkan kepada perawat atau calon perawat guna memperkuat profesi keperawatan khususnya dalam mengkoreksi pemikiran yang salah tentang profesi keperawatan seperti : perawat sebagai pembantu dokter.

C. MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN MENURUT FLORENCE NIGHTINGALE

    1. Biografi Florence Nightingale
    Dua bayi perempuan dilahirkan di tengah keluarga William (W.E.N) dan Fanny Nightingale dalam suatu perjalanan panjang keliling Eropa. Parthenope, anak pertama, lahir di Napoli, Yunani. Putri kedua diberi nama sesuai dengan nama sebuah kota di Italia, tempat dia dilahirkan pada tanggal 12-Met 1820: Florence.
    Florence Nightingale dibesarkan dalam sebuah keluarga kaya yang tinggal di luar kota London, dikelilingi pesta-pesta yang terus berlangsung, sebuah rumah musim panas bernama Lea Hurst, dan tamasya ke Eropa. Tetapi pada tahun 1837, pada usia tujuh belas tahun, dia menulis di buku hariannya, “Pada tanggal 7 Februari, Tuhan berbicara kepadaku dan memanggilku untuk melayani-Nya.” Tetapi pelayanan apa?
    Dia menyadari bahwa dirinya merasa bersemangat dan sangat bersukacita — bukan karena status sosial keluarga kaya — saat dia merawat keluarga-keluarga miskin yang hidup di gubuk gubuk sekitar Embley, rumah keluarganya.
    Pada saat Florence berusia dua puluh empat tahun, dia merasa yakin bahwa panggilannya adalah merawat orang sakit. Tetapi pada tahun 1840-an, para gadis Inggris terhormat tidak akan bersedia menjadi perawat. Pada masa itu, perawat tidak melebihi fungsi sebagai pembantu yang melakukan semua pekerjaan di rumah sakit — rumah sakit umum (para orang kaya dirawat di rumah sendiri) — dan dianggap sebagai peminum atau pelacur.
    Tetapi Florence, yang belum menikah dan masih tinggal bersama orang tuanya, merasa hampir gila karena ketidakproduktifan dan rasa frustrasi. Dia bertanya kepada seorang dokter tamu dari Amerika, dr. Samuel Howe, “Apakah pantas bagi seorang gadis Inggris mencurahkan hidupnya untuk menjadi seorang perawat?” Dia menjawab, “Di Inggris, semua yang tidak biasa dianggap tidak layak. Tetapi bukanlah sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau tidak wajar bagi seorang wanita terhormat bila melakukan suatu pekerjaan yang membawa kebaikan bagi orang lain.”
    Florence sering bertanya-tanya, mengapa gereja Protestan tidak seperti Catholic Sisters of Charity — suatu jalan bagi para wanita untuk mencurahkan hidupnya dengan melayani orang lain. Dr. Howe menceritakan kepadanya tentang Kaiserworth di Jerman, didirikan oleh Pendeta Theodor Fliedner. Tempat itu mempunyai rumah sakit yang dilengkapi ratusan tempat tidur, sekolah perawatan bayi, sebuah penjara berpenghuni dua belas orang, sebuah rumah sakit jiwa untuk para yatim, sekolah untuk melatih para guru, dan sekolah pelatihan untuk para perawat disertai ratusan diaken. Setiap kegiatan selalu diikuti dengan doa.
    Bahkan sebelum dia memutuskan untuk pergi, dengan semangat tinggi Florence menanggapi bahwa Kaiserworth adalah tujuannya.
    Tahun 1846, Florence melakukan perjalanan ke Roma bersama teman-temannya, Charles dan Selina Bracebridge. Pada perjalanan ini, dia bertemu dengan Sidney Herbert dan istrinya, Liz. Mereka adalah orang Kristen yang taat. Kemudian dia menjadi Menteri Perang dan seorang teman serta pendorong, semangat bagi Florence Nightingale.
    Pada bulan Juli 1850, di usianya yang ke-30, akhirnya Florence pergi ke Kaiserworth di Jerman selama dua minggu. Setahun kemudian, dia pulang ke rumah dan tinggal selama tiga bulan. Dia pulang dengan sikap baru. Sekarang dia tahu bahwa dirinya harus membebaskan diri dari kehidupannya yang terkekang.
    Tiga tahun kernudian, dia melaksanakan pekerjaan keperawatannya yang pertama sebagai pengawas di Institute for the Care for Sick Gentle Woman in Distressed Circumstances. Dia memasukkan pemikiran-pemikiran baru ke dalam institusi itu dan menerapkan beberapa ide yang revolusioner, seperti pipa air panas ke setiap lantai, elevator untuk mengangkut makanan pasien, dan para pasien dapat langsung memanggil para perawat dengan menekan bel. Dia juga menetapkan bahwa institusi tersebut bukan institusi sekte — menerima semua pasien dari semua denominasi dan agama. (Komite institusi ini menginginkan agar institusi tersebut hanya menerima jemaat Gereja Inggris).
    Pada tahun 1854, ketika Inggris dan Perancis mengumumkan perang terhadap Rusia untuk menguasai Crimea dan Konstantinopel — pintu gerbang menuju Timur Tengah — Sidney Herbert, sebagai Menteri Perang, meminta Florence untuk mengepalai sebuah tim perawat bagi rumah sakit militer di Scutari, Turki. Florence menggunakan kesempatan ini. Dia tiba bersama sebuah tim pilihan yang terdiri dari 38 orang perawat. Hanya 14 orang perawat yang mempunyai pengalaman di lapangan; 24 orang lainnya adalah anggota lembaga keagamaan yang terdiri dari Biarawati Katolik Roma, Dissenting Deaconnesses, perawat rumah sakit Protestan, dan beberapa biarawati Anglikan yang berpengalaman di bidang penyakit kolera. Teman-temannya, Charles dan Selina Bracebridge juga turut bersama tim tersebut untuk mendorong semangatnya.
    Selama perang berlangsung, Florence menghadapi pertempuran berat untuk meyakinkan para dokter militer bahwa para perawat wanita pun diperlukan di sebuah rumah sakit militer. Perang Crimea telah membongkar sistem kemiliteran Inggris yang ternyata mengirim ribuan prajurit untuk menjemput kematiannya sendiri akibat kekurangan gizi, penyakit, dan diabaikan. Sebanyak 60.000 prajurit Inggris dikirim ke Crimea. Sejumlah 43.000 meninggal, sakit, atau terluka, dan hanya 7.000 yang terluka oleh musuh. Sisanya merupakan korban akibat lumpur, kekacauan, dan penyakit.
    Pada saat perang akan berakhir, laporan dan saran Florence Nightingale membuat Inggris seperti dilanda badai. Dia menjadi pahlawan wanita negara tersebut. Pada tahun 1860, Sekolah Keperawatan Nightingale dibuka di London dan kelas pertamanya berisi lima belas orang murid wanita muda. Sepanjang hidupnya, sebelum dia meninggal saat sedang tidur pada usia sembilan puluh tahun di tahun 1910, dia bekerja tanpa lelah untuk mengadakan perubahan-perubahan di kemiliteran yang berhubungan dengan perawatan kesehatan dan medis.
    Sebab dia telah bersumpah, “Semua yang terjadi di Crimea, tidak boleh terulang kembali.”

    2. Gambaran model konseptual keperawatan Florence

    Nightingale:
    a. Definisi keperawatan adl. Profesi untuk wanita dengan tujuan menemukan dan menggunakan hukum alam dalam pembangunan kesehatan dan pelayanan kesehatan. Ningtingale menegaskan bahwa keperawatan adl. Ilmu dan kiat yang memerlukan pendidikan formal untuk merawat orang yang sakit.
    b. Tujuan tindakan keperawatan adl. Memelihara, mencegah infeksi, dan cedera, memulihkan dari sakit, melakukan pendidikan kesehatan serta mengendalikan lingkungan
    c. Alasan tindakan keperawatan yakni Menempatkan manusia pada kondisi yang terbaik secara alami untuk menyembuhkan atau meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit dan luka.
    d. Konsep individu adl. Merupakan kesatuan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual yang lengkap dan berpotensi.
    e. Konsep sehat adl. Keadaan bebas dari penyakit dan dapat menggunakan kekuatannya secara penuh.
    f. Konsep lingkungan adl. Bagian eksternal yang mempengaruhi kesehatan dan sakitnya seseorang.

D. GAMBARAN MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN TOKOH YANG LAIN

    2. Virginia Henderson
    a. Definisi keperawatan Bantuan yang diberikan kepada individu baik dalam keadaan sehat maupun sakit dalam kegiatannya untuk mencapai keadaan sehat atau sembuh dari penyakit sehingga ia mempunyai kekuatan, keinginan dan pengetahuan.
    b. Alasan tindakan keperawatan Pendekatan yang dilakukan untuk memenuhi 14 komponen dari keperawatan.
    c. Konsep individu Keadaan biologi dimana tidak dapat dipisahkan antara pikiran dan jasmani.
    d. Konsep sehat Kemampuan fungsi independent dalam hubungannya dengan 14 komponen.
    e. Konsep lingkungan Tidak terdefinisi dengan jelas, dapat berupa tindakan positif maupun negatif.
    3. Sister Callista Roy
    a. Definisi keperawatan Suatu analisa proses dan tindakan sehubungan dengan perawatan sakit atau potensial seseorang untuk sakit.
    b. Alasan tindakan keperawatan Aktifitas keperawatan berasal dari model dimana berupa proses pengkajian dan intervensi-intervensi peran diselenggarakan dengan konteks keprawatan dan termasuk manipulasi dari stimuli.
    c. Konsep individu Keadaan biopsikososial yang berupa interaksi yang tetap dengan perubahan lingkungan, manusia bersifat sebagai system adaptif yang terbuka.
    d. Konsep sehat Rentang sehat sakit merupakan garis yang terus menerus yang menunjukan status sehat atau sakit dimana sesorang butuh pengalaman dan waktu. Sehat sakit merupakan bagian dari hidup manusia.
    e. Konsep lingkungan Suatu kondisi yang terus menerus dan mempengaruhi sekelilingnya dan perkembangan organisme serta group organisme.
    4. Myra Estrin Levine
    a. Definisi keperawatan Interaksi manusia yang berdasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah yang digunakan dalam proses keperawatan.
    b. Alasan tindakan keperawatan Perawatan individu yang bersifat holistic untuk setiap kebutuhan seseorang, seseorang mendorong perawat untuk beradaptasi.
    c. Konsep individu Interaksi dari individu yang bersifat kompleks antara lingkungan interna dan eksterna yang mengubah adaptasi.
    5. Imogane M. King
    a. Definisi keperawatan Suatu proses interaksi manusia antara perawat dan klien.
    b. Alasan tindakan keperawatan Perawat dan klien saling mengamati dalam informasi, komuniksai, situasi, tujuan dan tindakan untuk mencapai tujuan.
    c. Konsep individu suatu system terbuka mengenai penukaran masalah, energi dan dengan lingkungan yang terbatas.
    d. Konsep sehat Aturan dinamik dari stressor dalam lingkungan eksternal dan internal melalui penggunaan optimal untuk mencapoai potensi maksimal dalam kehidupan sehari-hari.
    e. Konsep lingkungan Suatu system terbuka yang menunjukkan penukaran masalah energi, informasi dengan keberadaan manusia.
Readmore »» TEORI DAN MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN

DEFINISI KONSEP SEHAT SAKIT MENURUT DASAR KEPERAWATAN

1.DEFINISI SEHAT SAKIT MENURUT DASAR KEPERAWATAN
- DEFINISI SEHAT (WHO) 1947
sehat : Suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemhan.
Mengandung 3 karakteristik :
1.Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia.
2.Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan ektersnal.
3.Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif.
Sehat bukan merupakan suatu kondisitetapai merupakan penyesesuaian, bukan merupakan suatu keadaan tapi merupakan ptoses.
Proses disini adalah adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka tetapai terhadap lingkungan sosialnya.
2.DEFINISI SEHAT SAKIT DALAM KEPERAWATAN
- DEFINISI SEHAT PENDER (1982)
Sehat : Perwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain (Aktualisasi). Perilaku yang sesuai dengan tujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesesuaian diperlukan untuk mempertahankanstabilitas dan integritas struktural.
- DEFINISI SEHAT PAUNE (1983)
Sehat : Fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri (self care Resouces) yang menjamin tindakanuntuk perawatan diri ( self care Aktions) secara adekual.
Self care Resoureces : encangkup pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Self care Aktions : Perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh, mempertahan kan dan menigkatkanfungsi psicososial da piritual.
3. DEFINISI SEHAT MENURUT PERSEORANGAN
Pengertian sehat menurut perseorangan dan gambaran seseorang tentang sehat sangat bervariasi.
Faktor yang mempengaruhi diri seseorang tentang sakit :
1.Status Pekembangan.
Kemampuan mengerti tentang keadaan sehat dan kemampuan merespon terhadap perubahandalam kesehatan dikatakan dengan usia.
Contoh : Bayi dapat merasakan sakit, tetapi tidak dapat mengungkapkan dan mengatasi.
Pengetahuan perawat tentang status perkembangan individu memudahkan untuk melaksanakan pengkajian terhadap individu dan membantu mengatisipasi perilaku-perilku selanjutnya.
2.Pengaruh sosial dan kultural
Masing-masing kultur punya pandangan tentang sehat dan diturunhan dari orang tua keanak-anak.
Contoh : - Cina : sehat adalah keseimbangan antara Yin dan yang.
- Sosok (ekonomi rendah) flu suatu yang biasa, merasa sehat.
3. Pengalaman masa lalu.
Seseoran dapat mempertimbangkan adanya rasa nyeri / sakit disfungsi (tidak berfungsi) membantu menentukan definisi seorang tentang sehat.
4. Harapan sesorang tentang dirinya.
Seseorang mengharapkan dapat berfungsi pada tingkat yang tinggi baik fisik maupun psikososialnya jika mereka sehat.
Faktor lain yang berhubungan dengan diri sendiri.
1.Bagaimana individu menerima dirinya dengan baik / secara utuh.
2.Self Esleem (harga diri), Body Image (gambaran diri), kebutuhan, peran dan kemampuan.
4. DEFINISI SAKIT
yaitu defiasi / penyimpangan dari status sehat.
PEMONS (1972)
Sakit : gangguan dalam fungsi normal individu sebagai tatalitas termasuk keadaan organisme sebagai siste biologis dan penyesuaian sosialnya.
BAUMAN (1965)
Seseoang menggunakan3 kriteria untuk menentukan apakah mereka sakit :
1.Adanya gejala : Naiknya temperatur, nyeri.
2.Persepsi tentang bagaimana mereka merasakan : baik, buruk, sakit.
3.Kemampuan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari : bekerja , sekolah.
Penyakit adalah istilah medis yang digambarkansebagai gangguan dalam fungsi tubuh yang menghasilkan berkuranya kapasitas.
Hubungan antara sehat, sakit dan penyakit pada dasarnya merupakan keadaan sehat dan sakit.
1.Hasil interaksi seseorang dengan lingkungan.
2.sebagai manifetasi keberhasilan / kegagalan dalam beradaptasi dengan lingkungan.
3.Gangguan Kesehatan.
Faktor-fktor yang mempengaruhi tingkah laku sehat.
Sehat sakit berada pada sesuatu dimana setiap orang bergerak sepanjang kehidupannya.
1.Suatu skala ukur secara relatif dalam mengukur ke dalam sehat / kesehatan seseorang.
2.kedudukannya : dinamis, dan bersifat individual.
3.Jarak dalam skala ukur : keadaan sehat secara optimal pada satu titik dan kemauan pada titik yang lain.
RENTANG SEHAT SAKIT MENURUT MODEL
HOLISTIK HEALTH
Readmore »» DEFINISI KONSEP SEHAT SAKIT MENURUT DASAR KEPERAWATAN

Bagaimana Sarjana Keperawatan Kelak ????

Pembangunan bangsa adalah membangun manusianya, membangun manusia bukan hanya membangun raganya tapi juga jiwanya. Salah satu aspek yang ikut dibangun dalam pembangunan bangsa adalah pembangunan kesehatan, dan salah satu sub sistemnya adalah adalah keperawatan.

Kalau keperawatan dipandang sebagai suatu subsistem dari pembangunan kesehatan maka keperawatan harus ditempatkan pada suatu posisi yang sama dan sejajar dengan bidang lainnya, karena sedikit banyaknya pasti akan memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa ini, dan ini TIDAK PERLU DISANGKAL LAGI. Ada beberapa hal yang dapat kita tilik dari sisi awam tentang bagaimana peran perawat dan keperawatan seperti halnya dalam pelayanan kesehatan dirumah sakit, puskesmas, klinik-klinik swasta dan lain sebagainya yang sebenarnya menunjukkan peran perawat terhadap pembangunan bangsa, dan membuktikan bahwa kerja tim kesehatan itu ada dan saling ketergantungan satu sama lainnya. Dengan demikian seyogyanya tidak ada satupun profesi kesehatan yang memposisikan diri lebih baik dari yang lainnya.Baca selanjutnya

Perawat dalam menjalankan peran dan tanggungjawabnya sangat dituntut memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang baik yang dapat menunjang tindak prilaku profesionalnya . Pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baik akan dapat diperoleh dalam lingkungan perguruan tinggi yang memiliki komitmen yang kuat untuk mencetak perawat yang profesional. Pertanyaannya adalah seberapa banyak perguruan tinggi yang memiliki komitmen seperti itu dan seberapa besar keinginan untuk mewujudkannya????

Dekade ini begitu banyak perguruan tinggi keperawatan yang berdiri dengan mekanisme yang ada. Perguruan tinggi ini tentunya memiliki andil dalam pembangunan bangsa utamanya dunia keperawatan untuk mencetak sumber daya keperawatan yang profesional, dan itu patut kita acungi jempol atas segala upayanya. Namun disatu sisi bahwa dengan maraknya perguruan tinggi keperawatan tersebut apakah sebanding dengan kualitas lingkup pendidikan yang disediakan untuk mencapai tujuannya??? Barangkali perlu ada lembaga independen yang dapat memberikan tolok ukur terhadap penyelenggaraan pendidikan keperawatan, layak atau tidak layak……………

Kenapa mesti demikian????Saya kira anda lebih mampu menjawabnya jika kita mencoba melibatkan nurani dan niat baik dalam memandang hakikat penyelenggaraan pendidikan keperawatan dan mencoba menerawang propektifitasnya, bukan hanya melihat kuantitasnya tetapi juga mempersiapkan kualitasnya.

Betapa menangisnya dunia pendidikan (khususnya pendidikan keperawatan), jika kita menyaksikan penyelenggaraan pendidikan yang begitu terseok-seok, mahasiswa kurang dibekali dengan ketrampilan karena peralatan yang kurang, input pengetahuan kurang karena perpustakaan yang tidak memadai, moralitas terabaikan karena pembinaan moral dan teladan yang kurang. Lantas akan berakhir seperti apa? Kita jangan menyerahkannya kepada alam untuk menyeleksinya tetapi marilah memperkokoh tatanan yang ada dengan mewarnainya dengan akhlaq yang mulia mulai dari pendirian, penyelenggaraan, sampai pada pengawasannya.

Jika tidak demikian, jangan melemparkan bola api jika kita menghasilkan sumber daya yang tidak kompetitif, tidak profesional, dan tidak berakhlaq. Karena walaupun dilemparkan, niscaya bola api ini akan membakar kita di neraka kelak.

Lantas bagaimana sarjana keperawatan kelak??? Silahkan anda menjawabnya masing-masing.

Readmore »» Bagaimana Sarjana Keperawatan Kelak ????

Selasa, 06 Juli 2010

SEJARAH STIKES DUTA GAMA

SEJARAH

Lahirnya STIKES DUTA GAMA Klaten ini melalui suatu proses berawal dari suatu yayasan yaitu Yayasan Mitra Insani yang didirikan pada tanggal 27 Maret 2002. Yayasan Mitra Insani bergerak dibidang kesehatan, pendidikan dan sosial. Yayasan mitra insani telah memiliki Rumah Sakit Mitra Husada Pedan dan Poliklinik Mitra Medika.

Kemudian pada tahun 2004 Yayasan Mitra Insani mulai merintis pendirian sebuah sekolah tinggi yang diberi nama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) DUTA GAMA. STIKES ini membuka 2 program studi yaitu program studi S1 Keperawatan dan program studi DIII Kebidanan. Melalui proses dan tahap akhirnya berdirilah STIKES DUTA GAMA dengan ijin Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor : 125 / D / O / 2005 serta rekomendasi dari Pusdiknakes Nomor : HK.03.2.4.1.02988 (DIII Kebidanan) dan Nomor : HK.03.2.4.1.02989 (S1 Keperawatan)

VISI DAN MISI STIKES DUTA GAMA KLATEN

1. Visi Stikes Duta Gama Klaten

Menjadikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Duta Gama Klaten sebagai lembaga penyelenggara pendidikan kesehatan yang bermutu dan mampu bersaing di Era Globalisasi.

a ). Visi Progdi S1 Keperawatan

Mencetak tenaga profesional keperawatan yang berorientasi pada perkembangan IPTEK dan kebutuhan dari masyarakat dalam menghadapi era globalisasi.

b ). Visi Progdi DIII Kebidanan

Mencetak tenaga profesional kebidanan yang berkualitas dan mandiri serta mampu bersaing di pangsa pasar dalam maupun luar negeri.

2. Misi Stikes Duta Gama

a ). Misi Progdi S1 Keperawatan

1) Menyelenggarakan pendidikan S1 keperawatan yang menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki :

- Mempunyai budi pekerti yang luhur, iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

- Memiliki kemampuan profesional baik secara intelektual, teknikal maupun interpersonal.

- Mampu melakukan asuhan keperawatan dalam menyelesaikan masalah kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat.

- Dapat bersaing dengan SDM lulusan regional, nasional maupun internasional.

- Mampu menguasai bahasa asing minimal bahasa inggris.

2) Melaksanakan dan mengembangkan riset di bidang kesehatan terutama keperawatan yang menghasilkan produk penelitian yang berkualitas dan terus ditingkatkan sehingga unggul ditingkat regional, nasional maupun internasional.

3) Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat ( PKM )yang menghasilkan PKM :

1 Mampu memberdayakan masyarakat yang mengalami masalah kesehatan dengan menekankan pada upaya preventif promotif.

- Menerapkan pendekatan model asuhan keperawatan dengan mengaktifkan peran serta keluarga dalam memberikan asuhan.

- Memberikan teknologi tepat guna dalam melaksanakan asuhan keperawatan.

- Meningkatkan keterpaduan peran tenaga kesehatan dan fungsi pengabdian kepada masyarakat.

b.) Misi Progdi DIII Kebidanan

1). Menyelenggarakan pendidikan DIII Kebidanan yang memiliki kualifikasi :

- Budi pekerti yang luhur, iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

- Memiliki kemampuan profesional baik secara intelektual, teknikal maupun interpersonal.

- Mampu melakukan asuhan kebidanan dalam menyelesaikan masalah kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat.

- Dapat bersaing dengan SDM lulusan regional, nasional maupun internasional.

- Mampu menguasai bahasa asing minimal bahasa inggris.

2). Melaksanakan dan mengembangkan riset di bidang kesehatan terutama kebidanan yang menghasilkan produk penelitian yang berkualitas dan terus ditingkatkan sehingga unggul ditingkat regional, nasional maupun internasional.

3). Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat ( PKM ) yang menghasilkan :

- Mampu memberdayakan masyarakat yang mengalami masalah kesehatan dengan menekankan pada upaya preventif promotif.

- Menerapkan pendekatan model asuhan kebidanan dengan mengaktifkan peran serta keluarga dalam memberikan asuhan.

- Memberikan teknologi tepat guna dalam melaksanakan asuhan kebidanan.

- Meningkatkan keterpaduan peran tenaga kesehatan dan fungsi pengabdian kepada masyarakat.

LAMBANG STIKES DUTA GAMA

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Duta Gama Klaten merupakan lembaga pendidikan tinggi yang bernaung dibawah Yayasan Mitra Insani Klaten. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Duta Gama Klaten berkedudukan di Kampus 1 Jln. Mpu Sedah, Gatak, Sumberejo, Klaten Selatan, Klaten, Kode Pos 57422, Telp.(0272) 325289.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Duta Gama Klaten berdiri tanggal 5 September 2005 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor 125/D/O/2005 Tahun 2005

Lambang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Duta Gama Klaten memiliki makna sebagai berikut :

1. Bintang Persegi Lima, menggambarkan bahwa Stikes Duta Gama Klaten berlandaskan Pancasila sesuai dasar Negara Indonesia.

2. Warna kuning pada Bintang Persegi Lima, memberikan makna bahwa dengan berasaskan Pancasila Stikes Duta Gama Klaten akan membawa kemakmuran terhadap negara Indonesia.

3. Gambaran Bola Dunia Berwarna Biru, diartikan bahwa Stikes Duta Gama Klaten bertekad bulat menciptakan tenaga kesehatan yang profesional, sehingga akan membawa kedamaian umat manusia.

4. Gambar Kedua Tangan Menyangga Buku, menggambarkan bahwa Stikes Duta Gama Klaten menjunjung tinggi akan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

5. Gambar Buku menggambarkan bahwa Stikes Duta Gama Klaten selalu berwawasan luas di bidang ilmu pengetahuan.

6. Obor Api menandakan bahwa Stikes Duta Gama Klaten selalu membara atau semangat untuk memajukan Ilmu Pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.

7. Palang Hijau, menggambarkan bahwa Stikes Duta Gama Klaten akan menghasilkan tenaga kesehatan yang mampu pertolongan kepada siapa saja khususnya di bidang kesehatan.

8. Lambang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Duta Gama Klaten diwujudkan dalam Lingkaran Bola Dunia.

FASILITAS PENDIDIKAN

  • Lokasi kampus strategis (relatif dekat jalan Jogja – Solo).
  • Perpustakaan & laboratorium (Klinik & Komputer)
  • Tempat praktek Rumah Sakit Pendidikan, Rumah Bersalin & Klinik yang memenuhi standar praktek.
  • Memiliki Rumah Sakit & Polikllinik sendiri (RS. Mitra Keluarga Husada Pedan & Poliklinik Mitra Medica).
  • Dosen tetap dan Dosen tidak tetap dari Universitas terkemuka berkualifikasi Guru Besar, S2 Keperawatan & Kesehatan, S1 Keperawatan & Kesehatan, Dokter & Dokter Spesialis, serta DIV Pendidik yang telah mempunyai reputasi dan pengalaman.
  • Fasilitas belajar : ruang kuliah dilengkapi laptop, LCD dan OHP
  • Kerjasama dengan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta dan RS Pendidikan

LATAR BELAKANG PENDIRIAN


  • Standar profesi perawat adalah S1 Keperawatan ditambah dengan pendidikan profesi Ners
  • Standar Profesi Bidan adalah D111 Kebidanan
  • Tuntutan profesi dimasa mendatang, seorang perawat minimal berpendidikan S1 Keperawatan ditambah pendidikan profesi Ners
  • Peningkatan permintaan tenaga perawat dan bidan yang professional dan berkualitas

Readmore »» SEJARAH STIKES DUTA GAMA